Minggu, 16 April 2017

Contoh Modus Kejahatan TI

Kebutuhan akan teknologi Jaringan Komputer semakin meningkat. Selain sebagai media penyedia informasi, melalui Internet pula kegiatan komunitas komersial menjadi bagian terbesar, dan terpesat pertumbuhannya serta menembus berbagai batas negara. Bahkan melalui jaringan ini kegiatan pasar di dunia bisa diketahui selama 24 jam. Melalui dunia internet atau disebut juga cyberspace, apapun dapat dilakukan. Seiring dengan perkembangan teknologi Internet, menyebabkan munculnya kejahatan yang disebut dengan “CyberCrime” atau kejahatan melalui jaringan Internet. Munculnya beberapa kasus “CyberCrime” di Indonesia, seperti pencurian kartu kredit, hacking beberapa situs, menyadap transmisi data orang lain, misalnya email, dan memanipulasi data dengan cara menyiapkan perintah yang tidak dikehendaki ke dalam programmer komputer. Sehingga dalam kejahatan komputer dimungkinkan adanya delik formil dan delik materil. Berikut ini beberapa contoh kasus yang pernah terjadi :

1.    Pada tahun 1982 telah terjadi penggelapan uang di bank melalui komputer sebagaimana diberitakan “Suara Pembaharuan” edisi 10 Januari 1991 tentang dua orang mahasiswa yang membobol uang dari sebuah bank swasta di Jakarta sebanyak Rp. 372.100.000,00 dengan menggunakan sarana komputer. Perkembangan lebih lanjut dari teknologi komputer adalah berupa computer network yang kemudian melahirkan suatu ruang komunikasi dan informasi global yang dikenal dengan internet. Pada kasus tersebut, kasus ini modusnya adalah murni criminal, kejahatan jenis ini biasanya menggunakan internet hanya sebagai sarana kejahatan.
Penyelesaiannya, karena kejahatan ini termasuk penggelapan uang pada bank dengan menggunaka komputer sebagai alat melakukan kejahatan. Sesuai dengan undang-undang yang ada di Indonesia maka, orang tersebut diancam dengan pasal 362 KUHP atau Pasal 378 KUHP, tergantung dari modus perbuatan yang dilakukannya.


2.    Salah satu jenis cyber crime yang terjadi di Bandung sekitar Tahun 2003. Carding merupakan kejahatan yang dilakukan untuk mencuri nomor kartu kredit milik orang lain dan digunakan dalam transaksi perdagangan di internet. Para pelaku yang kebanyakan remaja tanggung dan mahasiswa ini, digerebek aparat kepolisian setelah beberapa kali berhasil melakukan transaksi di internet menggunakan kartu kredit orang lain. Para pelaku, rata-rata beroperasi dari warnet-warnet yang tersebar di kota Bandung. Mereka biasa bertransaksi dengan menggunakan nomor kartu kredit yang mereka peroleh dari beberapa situs. Namun lagi-lagi, para petugas kepolisian ini menolak menyebutkan situs yang dipergunakan dengan alasan masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

sumber :
http://nu2ges.blogspot.co.id/p/blog-page_9245.html

Jenis-jenis ancaman melalui TI dan kasus-kasus computer crime

Dalam setiap harinya, pengguna internet di berbagai daerah di belahan dunia terus bertambah. Hal ini terjadi karena internet menawarkan kemudahan untuk melakukan berbagai macam aktivitas penting. Seperti saat melakukan transaksi jual beli secara online maupun berkomunikasi dengan teman juga kerabat. Terlebih lagi, peningkatan jumlah pengguna internet tentunya menjadi peluang emas bagi setiap orang yang ingin mendulang penghasilan melalui internet. Akan tetapi, seiring maraknya bisnis online saat ini. Tak jarang, banyak pula oknum tak bertanggung jawab untuk meraup keuntungan dengan cara yang tidak baik. Berikut ini beberapa ragam modus kejahatan teknologi informasi :

1. Malware
Yaitu dengan memanfaatkan suatu program komputer tertentu untuk menemukan kelemahan dari suatu perangkat lunak. Kemudian malware ini akan membobol sistem operasi mapun perangkat lunak yang diincarnya. Biasanya malware ini berupa adware, virus, hijacker, Trojan, worm, horse dsb.
2. Carding
Modus penipuan yang satu ini dilakukan dengan cara melakukan transaksi menggunakan nomor maupun identitas orang lain yang didapat secara illegal. Contohnya dengan memanfaatkan identitas kartu kredit seseorang. Kemudian membelanjakannya, sehingga nanti yang akan mendapatkan dampak tagihannya adalah si pemilik kartu kredit tersebut.
3. Spamming
Modus kejahatan yang satu ini adalah dengan mengirimkan iklan maupun berita ke surat elektronik yang tidak diinginkan konsumen. Dan isi dari email ini berisi segala jenis penipuan undian berhadiah maupun curahan hati seseorang yang mengaku membutuhkan ahli waris atau membutuhkan seorang netters agar dapat mencairkan uang mereka.
4. Cracking
Tindak kejahatan ini memang tidak memiliki perbedaan yang jauh dengan hacking. Hanya saja penipuan yang satu ini dijalankan dengan motif untuk mendapatkan informasi simpanan data para nasabah maupun pusat demi keuntungan pribadi.
5. Phising
Kejahatan yang satu ini dilakukan dengan cara mengumpan para pengguna internet untuk memasukkan informasi penting beserta kata sandinya. Kebanyakan sasaran empuk dari penipuan dengan modus phising adalah para pengguna internet banking. Karena setelah mendapatkan kata sandi dan username pengguna internet banking, pelaku dapat memanfaatkannya untuk berbelanja sepuasnya menggunkan rekening milik korban.
6. Defacing
Biasanya modus ini dilakukan dengan cara menyalin halaman situs milik orang lain. Sehingga orang lain yang tidak mengetahuinya, tanpa sengaja bisa saja login dan memasukkan data – data pribadinya. Setelah korban memasukkan data – data pribadinya, pelaku dapat menjual data penting tersebut pada seseorang yang sangat membutuhkannya atau juga dapat melakukan pencurian dengan menggunakan data tersebut.

Ancaman ancaman melalui Teknologi Informasi :

1.    Unauthorized Access to Computer System and Service.
Kejahatan yang dilakukan dengan memasuki/menyusup ke dalam suatu sistem jaringan komputer secara tidak sah, tanpa izin atau tanpa sepengetahuan dari pemilik sistem jaringan komputer yang dimasukinya.

2.    Illegal Contents
Merupakan kejahatan dengan memasukkan data atau informasi ke Internet tentang sesuatu hal yang tidak benar, tidak etis, dan dapat dianggap melanggar hukum atau mengganggu ketertiban umum.

3.    Data Forgery
Merupakan kejahatan dengan memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang tersimpan sebagai scripless document melalui Internet.

4.    Cyber Espionage
Merupakan kejahatan yang memanfaatkan jaringan Internet untuk melakukan kegiatan mata-mata terhadap pihak lain, dengan memasuki sistem jaringan komputer (computer network system) pihak sasaran.

5.    Cyber Espionage
Merupakan kejahatan yang memanfaatkan jaringan Internet untuk melakukan kegiatan mata-mata terhadap pihak lain, dengan memasuki sistem jaringan komputer (computer network system) pihak sasaran.

6.    Offense against Intellectual Property
Kejahatan ini ditujukan terhadap hak atas kekayaan intelektual yang dimiliki pihak lain di Internet.

7.    Infringements of Privacy
Kejahatan ini biasanya ditujukan terhadap keterangan pribadi seseorang yang tersimpan pada formulir data pribadi yang tersimpan secara computerized, yang apabila diketahui oleh orang lain maka dapat merugikan korban secara materil maupun immateril,
karakteristik dari setiap ancaman yang muncul kita dapat mudah untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan yang timbul dari ancaman-ancaman tersebut.

sumber :
https://www.it-jurnal.com/kejahatan-teknologi-informasi-cybercrime/
http://sboplaza.com/tag/modus-kejahatan-dalam-teknologi-informasi/



Minggu, 19 Maret 2017

Contoh Etika Berprofesi dalam bidang IT

CONTOH ETIKA PROFESI DALAM BIDANG IT

Kemajuan teknologi informasi yang sudah semakin canggih telah memberikan ladang bisnis baru. Salah satu aspek penting dalam perkembangan teknologi komputer adalah internet. Internet menjadi peluang baru dalam perkembangan Bisnis, Pendidikan, Kesehatan, layanan pemerintah dan bidang-bidang lainnya. Melalui internet, interaksi manusia dapat dilakukan tanpa harus bertatap muka. Tingginya tingkat pemakaian internet di dunia melahirkan sebuah aturan baru di bidang internet yaitu netiket. Netiket merupakan sebuah etika acuan dalam berkomunikasi menggunakan internet. Standar netiket ditetapkan oleh IETF (The Internet Engineering Task Force), sebuah komunitas internasional yang terdiri dari operator, perancang jaringan dan peneliti yang terkait dengan pengoperasian internet.

Etika profesi dalam bidang IT sama halnya dengan etika di bidang lain, yaitu mempunyai keteraturan dan norma-norma dalam menjalankannya.  Salah satu contohnya adalah : 

1. Penjualan Online 

Transaksi di pasar online harus mempunyai peraturan yang harus ditaati pemakainya dalam dunia maya. Semua user/pemakai yang menjalankan bisnis dan memakai fasilitas IT, dengan penuh tanggung jawab atas apa yang dilakukannya dalam dunia IT. Dengan demikian kita dapat menikmati kecanggihan dunia IT dengan aman.

2.  E-commerce 
Berkembangnya penggunaan internet di dunia berpengaruh terhadap kondisi Ekonomi dan perdagangan negara. Melalui internet, transaksi perdagangan dapat dilakukan dengan cepat dan efisien.

Namun seiring dengan kemajuan teknologi khususnya di bidang informasi , maka semakin banyak pula pelanggaran-pelanggaran etika profesi dalam bidang IT diantaranya :  

1. Denial of Services (melumpuhkan layanan sebuah sistem komputer), penyebaran, spam, carding (pencurian melalui internet) dan lain-lain.   
2.        Pelanggaran HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) Berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh internet menyebabkan terjadinya pelanggaran HAKI seperti pembajakan program komputer, penjualan program ilegal dan pengunduhan ilegal.

Sumber : http://infofitri.blogspot.co.id/2012/05/etika-profesi-di-bidang-it.html

Profesi Dan Profesionalisme

Pengaksesan data sudah sangat maju sehingga setiap orang mampu untuk mengakses data kapan saja, dimana saja dan oleh siapa saja. Pesatnya kemajuan teknologi harus di iringi dengan adanya etika dan frofesionalisme dalam mengakses data yang berkaitan dengan dunia IT itu sendiri, sehingga terjadi keteraturan dalam pengaksesan data. Dalam setiap ilmu pastinya sudah ada etika atau aturan yang mengatur di dalamnya. Begitu juga etika dalam IT.

Ø    Profesi
Suatu jabatan atau juga pekerjaan yang menuntut keahlian atau suatu keterampilan dari pelakunya. Biasanya sebutan dari “profesi” selalu dapat dikaitkan dengan pekerjaan atau juga jabatan yang dipegang oleh seseorang, namun akan tetapi tidak semua pekerjaan atau suatu jabatan dapat disebut dengan profesi disebabkan karena  profesi menuntut keahlian dari para pemangkunya. Hal tersebut mengandung arti bahwa suatu pekerjaan atau suatu jabatan yang disebut dengan profesi tidak bisa dipegang oleh sembarang orang, namun  tetapi memerlukan suatu persiapan dengan melalui pendidikan serta pelatihan yang dikembangkan khusus untuk itu.

Ø    Profesionalisme       
Suatu komitmen dari para anggota suatu profesi untuk dapat meningkatkan kemampuannya dengan secara terus menerus atau berkelanjutan. “Profesionalisme” ialah  sebutan yang mengacu ke arah suatu sikap mental didalam bentuk komitmen dari para anggota suatu profesi untuk dapat senantiasa mewujudkan serta meningkatkan kualitas profesionalnya. Tiap-tiap manusia dituntut untuk dapat  mempunyai profesionalisme disebabkan karena di dalam profesionalisme itu terkandung suatu kepiawaian atau keahlian didalam mengoptimalkan ilmu pengetahuan, kemampuan, waktu, tenaga, sember daya, dan juga  suatu  strategi pencapaian yang dapat memuaskan semua bagian ataupun elemen. Profesionalisme tersebut juga dapat merupakan perpaduan antara kompetensi serta karakter yang menunjukkan adanya suatu tanggung jawab moral.

Ø  Ciri-ciri Profesionalisme dalam Bidang IT
a.     Mempunyai pengetahuan yang tinggi di bidang TI
b.     Mempunyai ketrampilan yang tinggi di bidang TI
c.   Mempunyai pengetahuan yang luas tentang manusia dan masyarakat, budaya, seni, sejarah  dan komunikasi
d.    Cepat tanggap terhadap masalah client, paham terhadap isyu-isyu etis serta tata nilai kilen-nya
e.     Mampu melakukan pendekatan multidispliner
f.      Mampu bekerja sama
g.    Bekerja dibawah disiplin etika
h.  Mampu mengambil keputusan didasarkan kepada kode etik, bila dihadapkan pada situasi dimana pengambilan keputusan berakibat luas terhadap masyarakat

Ø  Kode Etik Profesionalisme
Kode etik merupakan sarana untuk membantu para pelaksana sebagai seseorang yang professional supaya tidak dapat merusak etika profesi. Ada tiga hal pokok yang merupakan fungsi dari kode etik profesi :
a. Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan.
b. Merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan.
c. Mencegah campur tangan pihak diluar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi.


Sumber :
http://www.pendidikanku.org/2015/07/pengertian-etika-pengertian-profesi-pengertian-etika-profesi-pengertian-profesionalisme.html
http://ekhafr.blogspot.co.id/2014/03/jurnal-pengertian-profesi-dan.html

Kamis, 12 Januari 2017

Pembahasan Google Earth

Google Earth

Google Earth adalah aplikasi pemetaan interaktif yang memberikan kesempatan pada para penggunanya untuk menjelajahi atau terbang ke seluruh dunia, mengamati gambar dari satelit yang menampakkan sketsa dari jalan, bangunan, keadaan geografis, dan data spesifik mengenai lokasi atau tempat tertentu. Para pengguna juga bisa menambahkan titik keterktarikan mereka dan membaginya dengan dengan yang lain, chart routes, plot areas, perhitungan jarak, dan menampilkan gambar yang berbeda diatas aplikasi. Google Earth terhubung langsung dengan internet, yang akan menyediakan data online berkaitan dengan tempat yang diinginkan. Seperti misalnya, terbang ke Soldier Field di Chicago, Google Earth menunjukkan lokasi, menghubungkan ke peta online, pendapat, dan hasil dari pencarian untuk nama lokasi yang dituju. Untuk beberapa lokasi, Google Earth membuat gambar dan keadaan beberapa lokasi tersebut dalam format 3D, seperti pada the Grand Canyon, area-area pegunungan, dan bangunan pada daerah metropolitan. Pengguna dapat menampakkan dan menyembunyikan permukaan yang tersedia dengan berbagai macam kombinasi. Seseorang yang merencanakan untuk melakukan perjalanan panjang, kemungkinan bisa menampilkan jalan, losmen, dan restoran tetapi tidak dengan tempat perbelanjaan dan airport. Dengan menggunakan skala dan alat pengukuran, pengguna bisa menggambar jarak, menemukan tempat untuk makan dan menginap selama perjalanan, dan menghubungkan ke Website untuk melakukan kontak dengan tempat tersebut.

Pengguna Google Earth
Google Earth telah menjadi sarana paling digemari oleh banyak orang karena bisa memberikan kemudahan dalam menunjukkan lokasi, seperti pada perusahaan penambangan yang menggunakan Google Earth dalam presentasinya untuk menunjukkan lokasi yang masih baru dan potensial. Para pendidik menggunakan Google Earth untuk membantu siswanya memahami subjek mulai dari ilmu pengetahuan sampai liberal arts. Ahli geologi dapat membawa imajinasi siswanya ke area yang sedang dipelajari, menunjukkan pada mereka keadaan topografi dan daerah sekitarnya, memperkecil gambar dengan cepat dan membawa mereka terbang menuju tempat yang lain. Para ilmuwan membuat gambar subjek bahan yang diteliti, seperti permukaan batu, menggunakan materi seperti yang terdapat di dunia nyata. Fakultas seni menampilkan lokasi dari kejadian terkini dan menghubungkan dengan data tentang kejadian-kejadian tersebut, atau memberikan tour ke tempat-tempat bersejarah. Beberapa petugas administrasi juga menganggap bahwa Google Earth sangat bermanfaat untuk meningkatkan penggunaan materi oleh siswa, seperti penggunaan peta interaktif dan pengenalan kampus.

Cara Kerja Google Earth
Google Earth bisa didownload dan diinstall secara gratis. Pengguna bisa menjelajahi atau terbang ke lokasi di seluruh dunia hanya dengan menuliskan alamat, nama, landmarks atau ciri, koordinat latitude dan longitude dari daerah tersebut. Pengguna juga bisa mencari dengan menggunakan cirri spesifik sebagai kata kunci untuk mencari daerh yang diinginkan. Seperti contohnya, anda bisa mencari pizza di New Heaven dan melihat secara langsung di peta interaktif semua lokasi yang berhubungan dengan ciri yang disebutkan. Memperbesar dan memperkecil gambar dapat menentukan jumlah dan macam-macam ciri atau lokasi yang digambarkan sebagai perubahan. Jika anda men-zoom lebih dekat ke area tersebut, misalnya jalan-jalan kecil dan kemudian nama itu akan menghilang. Lokasi pada peta bisa di klik langsung, yang kemudian a pop-up window akan terbuka dan menampilkan informasi tentang lokasi, terhubung ke data yang terkait dengan lokasi, foto-foto, atau informasi lain. Pengguna bisa mengubah arah jarum kompas dalam peta dan menyesuaikan aspek-aspek didalamnya sehingga peta dapat dilihat dari semua angle, dari atas ke arah horizontal. Untuk area yang ditampilkan dalam format 3D, penyesuaian aspek-aspeknya memberikan kesan pergeseran melalui ruang yang nyata. Pengguna dapat menambahkan placemarks (tanda yang menunjukkan suatu tempat) yang merupakan indikator lokasi tertentu yang bisa di klik, dan menciptakan struktur menggunakan SketchUp yang merupakan aplikasi desain 3D yang terdapat dalam Google Earth. Struktur yang diciptakan dengan menggunakan SketchUp dapat dikirimkan ke pengguna lain dan memberikan informasi untuk organisasi.

Apakah kelemahan Google Earth?
Karena Google earth menampilkan gambar berdasarkan data dari satelit, pengguna akan melihat gambar yang tidak begitu jelas pengambilan dalam waktu yang cepat. Jika suatu bangunan ditambahkan didalam suatu pemandangan atau torn down, perubahan tersebut tidak akan secara langsung dapat direfleksikan dalam aplikasi itu. Lebih jauh lagi, gambar yang dihasilkan oleh satelit tidak ditampilkan dengan ukuran gambar yang sama untuk semua lokasi. Dalam beberapa kota, pengecilan gambar sampai jarak cukup dekat bisa menampilkan orang-orang yang sedang berjalan di sisi jalan. Untuk tempat yang lain, gambar yang ditampilkan mungkin hanya memperlihatkan bangunan atau mobil yang kurang jelas. Ukuran gambar yang lebih besar sering ditampilkan di berbagai negara bagian di Amerika, hasilnya Google Earth menampilkan gambar Amerika secara diagonal, kesan yang kurang baik itu muncul karena kebanyakan gedung dalam format 3D berada di kota-kota besar di Amerika. Hal lain yang menjadi perhatian utama adalah Google Earth menjadi aplikasi yang dimiliki oleh perusahaan komersial, hal ini bisa membuat beberapa akademi tidak bisa dengan mudah bergantung pada alat itu. Google Earth juga menggunakan kapasitas memory dan bandwidth yang cukup besar serta kemampuan menghasilkan gambar yang baik. Pada komputer-komputer yang sudah ketinggalan zaman atau komputer yang kemampuan loadingnya lama, pengalaman dalam penggunaan aplikasi ini akan sangat tidak menyenangkan dan kemungkinan juga bisa melambatkan kerja aplikasi lain. Beberapa orang sudah mengatakan bahwa Google Earth dapat menyebabkan resiko terhadap keamanan pribadi karena aplikasi ini menawarkan akses gambar yang jelas dari tempat tinggal atau kantor dan juga daerah sekelilingnya.

Bagaimanakah perkembangan Google Earth?
Google Earth akan lebih berkembang, dengan fitur-fitur tambahan, akan memperindah gambar yang dihasilkan. Jumlah dari lokasi yang ditampilkan dengan gambar 3D bisa bertambah banyak. Pemandangan dan kemampuan program bisa mengembangkan komunitas penggunanya untuk membuat isi, koleksi simbol/tanda untuk topik tertentu, dengan struktur 3D tersedia untuk yang lain. Berperan sebagai infrastuktur secara teknikal, Google Earth memberikan kebebasan kepada penggunanya untuk berbagi pengalaman bersejarah mereka. Simbol-simbol geografi dapat ditemukan pada banyak topik untuk tempat-tempat berbeda, dan penggabungan dengan aplikasi lain yang sudah ada. Google Earth diposisikan untuk menjadi bentuk kumpulan data berupa fakta dan ilmu pengetahuan. Pendidik sudah mulai menggunakan blog, user group, dan forum, dimana mereka bisa berbagi ide-ide dan pengalaman menggunakan Google Earth di kelas sebagaimana latihan-latihan yang sudah mereka buat dengan aplikasi tersebut. Sebagai alat, Google earth bisa mengirim data ke aplikasi lain, seperti video files, instruktur bisa memberikan tugas pada siswa untuk membuat proyek dengan menggunakan aplikasi tersebut dan mendiskusikan proyeknya dengan siswa lain.


 Daftar Pustaka
1.http://maestro.unud.ac.id/?p=39
2.http://blog.isi-dps.ac.id/blog/yang-perlu-diketahui-tentang-%E2%80%9Cgoogle-earth%E2%80%9D/
3.https://www.google.co.id/search?q=penjelasan+google+earth&biw=1366&bih=623&source=lnms&sa=X&ved=0ahUKEwjr9dHP5rzRAhWKzLwKHefrAu0Q_AUIBygA&dpr=1#
4.Eddy prahasta. 2016. Sistem Informasi Geografis. Informatika, Bandung

Senin, 21 November 2016

Tugas III : Pengantar Telematika

Jurnal 
Analisa Pola Penyalahgunaan Facebook Sebagai Alat Kejahatan Trafficking Menggunakan Data Mining

Tujuan

Untuk menganalisa pola status yang terindikasi merupakan proses dari kejahatan trafficking di media sosial facebook, dengan memanfaatkan pendekatan data mining, terutama bidang pengolahan teks (text mining).

METODOLOGI PENELITIAN

A. Data Penelitian

Dalam sub bab data penelitian ini akan dibahas, mengenai kategori data yang akan dipakai dalam proses analisa serta teknik sampling dalam Pengumpulan data tersebut.
1.     Kategori Data
Dalam penelitian ini, peneliti membagi kategori (class) status ke dalam 2 kategori, yaitu kategori positif dan kategori negatif. Kategori positif, yaitu status yang dinyatakan berindikasi merupakan proses kejahatan trafficking yang mengandung beberapa komponen trafficking yang terkandung dalam definisi trafficking menurut UU TPPO pasal 1 ayat 1, dimana komponen tersebut yaitu : perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, penerimaan, eksploitasi, dan eksploitasi seks. Sedangkan, kategori negative adalah status yang tidak berindikasi sebagai proses kejahatan trafficking, tidak mengandung komponen trafficking diatas.
2.     Teknik Sampling
Teknik sampling yang dipakai disini adalah teknik sampling nonprobabilitas, yaitu purposive sampling, yaitu teknik sampling dimana pengambilan sample secara sengaja sesuai dengan kriteria data sampel yang dibutuhkan. Jumlah data sampel (status) tergantung dari kebutuhan pengguna [5]. Dalam penelitian ini data status facebook dibagi kedalam 2 bagian, yaitu data training dan data testing.
TABEL 1. TABEL DATA TRAINING
Id
Status
Kategori
1
buat  teman cewek, kalau bisa balas inbox, karena kita butuh
150 orang untuk tempat baruku, nanti kalau OK bisa ketemu langsung dengan saya.
Positif
2
untuk cewek manado yang mau promosi bisa inbox saya, harga diatas 15 juta per bulan
Positif
3
Hindari sex bebas yang tidak aman jika tidak ingin terjangkit HIV
Negatif
4
Jangan mengeluh atas masalah dalam hidupmu. Tuhan memberikan cobaan yang berat padamu, karena Dia tahu kamu mampu mengatasinya
Negatif
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jumlah data sebanyak 320 data status, yang dibagi menjadi 50:50 untuk data training dan data testing
Tabel 1 merupakan data training berisi kumpulan status yang akan dijadikan sebagai data training atau data latihan untuk sistem, dalam data training, data status sudah memiliki kategori positif atau negatif. Dalam penelitian ini, peneliti Menggunakan data training dengan jumlah 160 data status yang disimpan di database dengan nama tabel set_training. Tabel set_training terdiri dari field id, status, dan kategori.
Tabel 2. Tabel Data Testing
id
Status
1
untuk cewek manado yang mau promosi bisa inbox saya, harga diatas 15 juta per bulan.
2
Dibutuhkan pegawai serabutan. Wanita single, mau belajar, ada mess, tanpa surat lamaran. Langsung sms ke 082232366105
3
OPEN BO 700 permalam DP 300 PIN 25A9E916
4
Setiap orang menginginkan kebahagiaan. Tidak ada yang menginginkan kepedihan atau kesedihan. 
Tabel 2 merupakan data testing berisi kumpulan status baru yang belum memiliki kategori, yang nantinya akan dianalisa oleh sistem apakah status tersebut berkategori positif atau negatif berdasarkan data training. Dalam penelitian ini, peneliti Menggunakan data testing dengan jumlah 160 data status yang disimpan dalam database dengan nama tabel set_testing.

B. Flowchart sistem klasifikasi

Flowchart sistem didefinisikan sebagai penguraian dari sistem utama ke dalam sub-sub sistem dengan tujuan untuk mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang ada dan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan agar dapat diusulkan dan diciptakan sistem baru yang lebih baik. Dalam mengimplementasikan metode Naive Bayes Classifier akan dibangun sebuah aplikasi dengan gambaran sistem sesuai pada gambar 1.Sistem akan dibangun memiliki 3 tahap yaitu praproses, training data, testing data


                                Gambar 1. Flowchart Sistem Klasifikasi.

Kesimpulan

Berdasarkan dari pembahasan-pembahasan pada bab-bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan dari Jurnal tersebut yaitu hasil akurasi penggunaan metode naïve bayes classifier pada sistem klasifikasi dengan menggunakan dataset sejumlah 320, menghasilkan akurasi 57.1875%

DAFTAR PUSTAKA
[1]  Fieldman, Ronen.2011. The Text Mining Handbook. Cambdrige University
[2] Kusumawardhani. Human Trafficking : Pola Pencegahan dan Penanggulangan Terpadu Terhadap Perdagangan Perempuan. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. 2010.
[3] Manalu, Boy Utomo. 2014. Analisis Sentimen Pada Twitter Menggunakan Text Mining. Program Studi Teknologi Informasi. Fakultas Ilmu Komputer Teknologi Informasi. Universitas Sumatera Utara. Medan.

Sumber :
http://www.e-jurnal.com/2016/09/analisa-pola-penyalahgunaan-facebook.html