Minggu, 07 Mei 2017

IT Audit Trail,Real Time Audit, IT Forensik

Ø  IT Audit  Trail

Audit Trail merupakan salah satu fitur dalam suatu program yang mencatat semua kegiatan yang dilakukan tiap user dalam suatu tabel log. secara rinci. Audit Trail secara default akan mencatat waktu , user, data yang diakses dan berbagai jenis kegiatan. Jenis kegiatan bisa berupa menambah, merungubah dan menghapus. Audit Trail apabila diurutkan berdasarkan waktu bisa membentuk suatu kronologis manipulasi data.Dasar ide membuat fitur Audit Trail adalah menyimpan histori tentang suatu data (dibuat, diubah atau dihapus) dan oleh siapa serta bisa menampilkannya secara kronologis. Dengan adanya Audit Trail ini, semua kegiatan dalam program yang bersangkutan diharapkan bisa dicatat dengan baik.

Ø  Cara kerja Audit Trail

Audit Trail yang disimpan dalam suatu tabel :

1.    Dengan menyisipkan perintah penambahan record ditiap query Insert, Update dan Delete.
2.    Dengan memanfaatkan fitur trigger pada DBMS. Trigger adalah kumpulan SQL statement, yang secara otomatis menyimpan log pada event INSERT, UPDATE, ataupun DELETE pada sebuah tabel.

Ø  Fasilitas Audit Trail

Fasilitas Audit Trail diaktifkan, maka setiap transaksi yang dimasukan ke Accurate, jurnalnya akan dicatat di dalam sebuah tabel, termasuk oleh siapa, dan kapan. Apabila ada sebuah transaksi yang di-edit, maka jurnal lamanya akan disimpan, begitu pula dengan jurnal barunya.

Ø  Hasil Audit Trail

Record Audit Trail disimpan dalam bentuk, yaitu :

1.        Binary File – Ukuran tidak besar dan tidak bisa dibaca begitu saja
2.        Text File – Ukuran besar dan bisa dibaca langsung
3.        Tabel.

Ø  Real Time Audit

Real Time Audit atau RTA adalah suatu sistem untuk mengawasi kegiatan teknis dan keuangan sehingga dapat memberikan penilaian yang transparan status saat ini dari semua kegiatan, di mana pun mereka berada. Ini mengkombinasikan prosedur sederhana dan logis untuk merencanakan dan melakukan dana untuk kegiatan dan “siklus proyek” pendekatan untuk memantau kegiatan yang sedang berlangsung dan penilaian termasuk cara mencegah pengeluaran yang tidak sesuai.
RTA menyediakan teknik ideal untuk memungkinkan mereka yang bertanggung jawab untuk dana, seperti bantuan donor, investor dan sponsor kegiatan untuk dapat “terlihat di atas bahu” dari manajer kegiatan didanai sehingga untuk memantau kemajuan. Sejauh kegiatan manajer prihatin RTA meningkatkan kinerja karena sistem ini tidak mengganggu dan donor atau investor dapat memperoleh informasi yang mereka butuhkan tanpa menuntut waktu manajer. Pada bagian dari pemodal RTA adalah metode biaya yang sangat nyaman dan rendah untuk memantau kemajuan dan menerima laporan rinci reguler tanpa menimbulkan beban administrasi yang berlebihan baik untuk staf mereka sendiri atau manajemen atau bagian dari aktivitas manajer.
Penghematan biaya overhead administrasi yang timbul dari penggunaan RTA yang signifikan dan meningkat seiring kemajuan teknologi dan teknik dan kualitas pelaporan dan kontrol manajemen meningkatkan menyediakan kedua manajer dan pemilik modal dengan cara untuk mencari kegiatan yang dibiayai dari sudut pandang beberapa manfaat dengan minimum atau tidak ada konsumsi waktu di bagian aktivitas manajer.

Ø  IT Forensik

IT Forensik merupakan Ilmu yang berhubungan dengan pengumpulan fakta dan bukti pelanggaran keamanan sistem informasi serta validasinya menurut metode yang digunakan (misalnya metode sebab-akibat), Tujuan IT Forensik adalah  untuk mendapatkan fakta-fakta objektif dari sistem informasi, karena semakin berkembangnya teknologi komputer dapat digunakan sebagai alat bagi para pelaku kejahatan komputer.
Fakta-fakta tersebut setelah di verifikasi akan menjadi bukti-bukti (evidence) yang akan di gunakan dalam proses hukum, selain itu juga memerlukan keahlian dibidang IT ( termasuk diantaranya hacking) dan alat bantu (tools) baik hardware maupun software.

Untuk Menganalisis Barang Bukti dalam Bentuk Elektronik atau Data seperti :
·      NB/Komputer/Hardisk/MMC/CD/Camera Digital/Flash Disk dan SIM Card/HP
·      Menyajikan atau menganalisis Chart Data Komunikasi Target
·      Menyajikan atau Analisis Data isi SMS Target dari HP
·      Menentukan Lokasi/Posisi Target atau Maping
·      Menyajikan Data yg ada atau dihapus atau Hilang dari Barang Bukti Tersebut

Data atau barang bukti tersebut diatas diolah dan dianilis menggunakan software dan alat khusus untuk dimulainya IT Forensik, Hasil dari IT Forensik adalah sebuah Chart data Analisis komunikasi data target. Berikut prosedur forensik yang umum di gunakan antara lain :
1.      Membuat copies dari keseluruhan log data, files, daln lain-lain yang dianggap perlu pada media terpisah.
2.      Membuat finerptint dari data secara matematis.
3.      Membuat fingerprint dari copies secvara otomatis.
4.      Membuat suatu hashes masterlist
5.      Dokumentasi yang baik dari segala sesuatu yang telah dikerjakan.

Sedangkan menurut metode Search dan Seizure adalah :

1.      Identifikasi dan penelitian permasalahan.
2.      Membaut hipotesa.
3.      Uji hipotesa secara konsep dan empiris.
4.      Evaluasi hipotesa berdasarkan hasil pengujian dan pengujian ulang jika hipotesa tersebut jauh dari apa yang diharapkan.
5.      Evaluasi hipotesa terhadap dampak yang lain jika hipotesa tersebut dapat diterima.

Tools dalam Forensik IT

1.    Antiword 
Antiword merupakan sebuah aplikasi yang digunakan untuk menampilkan teks dan gambar dokumen Microsoft Word. Antiword hanya mendukung dokumen yang dibuat oleh MS Word versi 2 dan versi 6 atau yang lebih baru.

2.    Autopsy
The Autopsy Forensic Browser merupakan antarmuka grafis untuk tool analisis investigasi diginal perintah baris The Sleuth Kit. Bersama, mereka dapat menganalisis disk dan filesistem Windows dan UNIX (NTFS, FAT, UFS1/2, Ext2/3).

3.    Binhash
Binhash merupakan sebuah program sederhana untuk melakukan hashing terhadap berbagai bagian file ELF dan PE untuk perbandingan. Saat ini ia melakukan hash terhadap segmen header dari bagian header segmen obyek ELF dan bagian segmen header obyekPE.

4.    Sigtool
Sigtcol merupakan tool untuk manajemen signature dan database ClamAV. sigtool dapat digunakan untuk rnenghasilkan checksum MD5, konversi data ke dalam format heksadesimal, menampilkan daftar signature virus dan build/unpack/test/verify database CVD dan skrip update.

5.    ChaosReader
ChaosReader merupakan sebuah tool freeware untuk melacak sesi TCP/UDP/… dan mengambil data aplikasi dari log tcpdump. la akan mengambil sesi telnet, file FTP, transfer HTTP (HTML, GIF, JPEG,…), email SMTP, dan sebagainya, dari data yang ditangkap oleh log lalu lintas jaringan. Sebuah file index html akan tercipta yang berisikan link ke seluruh detil sesi, termasuk program replay realtime untuk sesi telnet, rlogin, IRC, X11 atau VNC; dan membuat laporan seperti laporan image dan laporan isi HTTP GET/POST.

6.    Chkrootkit
Chkrootkit merupakan sebuah tool untuk memeriksa tanda-tanda adanya rootkit secara lokal. la akan memeriksa utilitas utama apakah terinfeksi, dan saat ini memeriksa sekitar 60 rootkit dan variasinya.

7.    Dcfldd
Tool ini mulanya dikembangkan di Department of Defense Computer Forensics Lab (DCFL). Meskipun saat ini Nick Harbour tidak lagi berafiliasi dengan DCFL, ia tetap memelihara tool ini.

8.    Ddrescue
GNU ddrescue merupakan sebuah tool penyelamat data, la menyalinkan data dari satu file atau device blok (hard disc, cdrom, dsb.) ke yang lain, berusaha keras menyelamatkan data dalam hal kegagalan pembacaan. Ddrescue tidak memotong file output bila tidak diminta. Sehingga setiap kali anda menjalankannya kefile output yang sama, ia berusaha mengisi kekosongan.

9.    Foremost
Foremost merupakan sebuah tool yang dapat digunakan untuk me-recover file berdasarkan header, footer, atau struktur data file tersebut. la mulanya dikembangkan oleh Jesse Kornblum dan Kris Kendall dari the United States Air Force Office of Special Investigations and The Center for Information Systems Security Studies and Research. Saat ini foremost dipelihara oleh Nick Mikus seorang Peneliti di the Naval Postgraduate School Center for Information Systems Security Studies and Research.

10.    Gqview
Gqview merupakan sebuah program untuk melihat gambar berbasis GTK la mendukung beragam format gambar, zooming, panning, thumbnails, dan pengurutan gambar.

11.    Galleta
Galleta merupakan sebuah tool yang ditulis oleh Keith J Jones untuk melakukan analisis forensic terhadap cookie Internet Explorer.

12.    Ishw
Ishw (Hardware Lister) merupakan sebuah tool kecil yang memberikan informasi detil mengenai konfigurasi hardware dalam mesin. la dapat melaporkan konfigurasi memori dengan tepat, versi firmware, konfigurasi mainboard, versi dan kecepatan CPU, konfigurasi cache, kecepatan bus, dsb. pada sistem t>MI-capable x86 atau sistem EFI.

13.    Pasco
Banyak penyelidikan kejahatan komputer membutuhkan rekonstruksi aktivitas Internet tersangka. Karena teknik analisis ini dilakukan secara teratur, Keith menyelidiki struktur data yang ditemukan dalam file aktivitas Internet Explorer (file index.dat). Pasco, yang berasal dari bahasa Latin dan berarti “browse”, dikembangkan untuk menguji isi file cache Internet Explorer. Pasco akan memeriksa informasi dalam file index.dat dan mengeluarkan hasil dalam field delimited sehingga dapat diimpor ke program spreadsheet favorit Anda.

14.    Scalpel
Scalpel adalah sebuah tool forensik yang dirancang untuk mengidentifikasikan, mengisolasi dan merecover data dari media komputer selama proses investigasi forensik. Scalpel mencari hard drive, bit-stream image, unallocated space file, atau sembarang file komputer untuk karakteristik, isi atau atribut tertentu, dan menghasilkan laporan mengenai lokasi dan isi artifak yang ditemukan selama proses pencarian elektronik. Scalpel juga menghasilkan (carves) artifak yang ditemukan sebagai file individual.

sumber :
https://mami96.wordpress.com/2012/02/29/it-audit-trailreal-time-audit-it-forensik/

Minggu, 16 April 2017

Contoh Modus Kejahatan TI

Kebutuhan akan teknologi Jaringan Komputer semakin meningkat. Selain sebagai media penyedia informasi, melalui Internet pula kegiatan komunitas komersial menjadi bagian terbesar, dan terpesat pertumbuhannya serta menembus berbagai batas negara. Bahkan melalui jaringan ini kegiatan pasar di dunia bisa diketahui selama 24 jam. Melalui dunia internet atau disebut juga cyberspace, apapun dapat dilakukan. Seiring dengan perkembangan teknologi Internet, menyebabkan munculnya kejahatan yang disebut dengan “CyberCrime” atau kejahatan melalui jaringan Internet. Munculnya beberapa kasus “CyberCrime” di Indonesia, seperti pencurian kartu kredit, hacking beberapa situs, menyadap transmisi data orang lain, misalnya email, dan memanipulasi data dengan cara menyiapkan perintah yang tidak dikehendaki ke dalam programmer komputer. Sehingga dalam kejahatan komputer dimungkinkan adanya delik formil dan delik materil. Berikut ini beberapa contoh kasus yang pernah terjadi :

1.    Pada tahun 1982 telah terjadi penggelapan uang di bank melalui komputer sebagaimana diberitakan “Suara Pembaharuan” edisi 10 Januari 1991 tentang dua orang mahasiswa yang membobol uang dari sebuah bank swasta di Jakarta sebanyak Rp. 372.100.000,00 dengan menggunakan sarana komputer. Perkembangan lebih lanjut dari teknologi komputer adalah berupa computer network yang kemudian melahirkan suatu ruang komunikasi dan informasi global yang dikenal dengan internet. Pada kasus tersebut, kasus ini modusnya adalah murni criminal, kejahatan jenis ini biasanya menggunakan internet hanya sebagai sarana kejahatan.
Penyelesaiannya, karena kejahatan ini termasuk penggelapan uang pada bank dengan menggunaka komputer sebagai alat melakukan kejahatan. Sesuai dengan undang-undang yang ada di Indonesia maka, orang tersebut diancam dengan pasal 362 KUHP atau Pasal 378 KUHP, tergantung dari modus perbuatan yang dilakukannya.


2.    Salah satu jenis cyber crime yang terjadi di Bandung sekitar Tahun 2003. Carding merupakan kejahatan yang dilakukan untuk mencuri nomor kartu kredit milik orang lain dan digunakan dalam transaksi perdagangan di internet. Para pelaku yang kebanyakan remaja tanggung dan mahasiswa ini, digerebek aparat kepolisian setelah beberapa kali berhasil melakukan transaksi di internet menggunakan kartu kredit orang lain. Para pelaku, rata-rata beroperasi dari warnet-warnet yang tersebar di kota Bandung. Mereka biasa bertransaksi dengan menggunakan nomor kartu kredit yang mereka peroleh dari beberapa situs. Namun lagi-lagi, para petugas kepolisian ini menolak menyebutkan situs yang dipergunakan dengan alasan masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

sumber :
http://nu2ges.blogspot.co.id/p/blog-page_9245.html

Jenis-jenis ancaman melalui TI dan kasus-kasus computer crime

Dalam setiap harinya, pengguna internet di berbagai daerah di belahan dunia terus bertambah. Hal ini terjadi karena internet menawarkan kemudahan untuk melakukan berbagai macam aktivitas penting. Seperti saat melakukan transaksi jual beli secara online maupun berkomunikasi dengan teman juga kerabat. Terlebih lagi, peningkatan jumlah pengguna internet tentunya menjadi peluang emas bagi setiap orang yang ingin mendulang penghasilan melalui internet. Akan tetapi, seiring maraknya bisnis online saat ini. Tak jarang, banyak pula oknum tak bertanggung jawab untuk meraup keuntungan dengan cara yang tidak baik. Berikut ini beberapa ragam modus kejahatan teknologi informasi :

1. Malware
Yaitu dengan memanfaatkan suatu program komputer tertentu untuk menemukan kelemahan dari suatu perangkat lunak. Kemudian malware ini akan membobol sistem operasi mapun perangkat lunak yang diincarnya. Biasanya malware ini berupa adware, virus, hijacker, Trojan, worm, horse dsb.
2. Carding
Modus penipuan yang satu ini dilakukan dengan cara melakukan transaksi menggunakan nomor maupun identitas orang lain yang didapat secara illegal. Contohnya dengan memanfaatkan identitas kartu kredit seseorang. Kemudian membelanjakannya, sehingga nanti yang akan mendapatkan dampak tagihannya adalah si pemilik kartu kredit tersebut.
3. Spamming
Modus kejahatan yang satu ini adalah dengan mengirimkan iklan maupun berita ke surat elektronik yang tidak diinginkan konsumen. Dan isi dari email ini berisi segala jenis penipuan undian berhadiah maupun curahan hati seseorang yang mengaku membutuhkan ahli waris atau membutuhkan seorang netters agar dapat mencairkan uang mereka.
4. Cracking
Tindak kejahatan ini memang tidak memiliki perbedaan yang jauh dengan hacking. Hanya saja penipuan yang satu ini dijalankan dengan motif untuk mendapatkan informasi simpanan data para nasabah maupun pusat demi keuntungan pribadi.
5. Phising
Kejahatan yang satu ini dilakukan dengan cara mengumpan para pengguna internet untuk memasukkan informasi penting beserta kata sandinya. Kebanyakan sasaran empuk dari penipuan dengan modus phising adalah para pengguna internet banking. Karena setelah mendapatkan kata sandi dan username pengguna internet banking, pelaku dapat memanfaatkannya untuk berbelanja sepuasnya menggunkan rekening milik korban.
6. Defacing
Biasanya modus ini dilakukan dengan cara menyalin halaman situs milik orang lain. Sehingga orang lain yang tidak mengetahuinya, tanpa sengaja bisa saja login dan memasukkan data – data pribadinya. Setelah korban memasukkan data – data pribadinya, pelaku dapat menjual data penting tersebut pada seseorang yang sangat membutuhkannya atau juga dapat melakukan pencurian dengan menggunakan data tersebut.

Ancaman ancaman melalui Teknologi Informasi :

1.    Unauthorized Access to Computer System and Service.
Kejahatan yang dilakukan dengan memasuki/menyusup ke dalam suatu sistem jaringan komputer secara tidak sah, tanpa izin atau tanpa sepengetahuan dari pemilik sistem jaringan komputer yang dimasukinya.

2.    Illegal Contents
Merupakan kejahatan dengan memasukkan data atau informasi ke Internet tentang sesuatu hal yang tidak benar, tidak etis, dan dapat dianggap melanggar hukum atau mengganggu ketertiban umum.

3.    Data Forgery
Merupakan kejahatan dengan memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang tersimpan sebagai scripless document melalui Internet.

4.    Cyber Espionage
Merupakan kejahatan yang memanfaatkan jaringan Internet untuk melakukan kegiatan mata-mata terhadap pihak lain, dengan memasuki sistem jaringan komputer (computer network system) pihak sasaran.

5.    Cyber Espionage
Merupakan kejahatan yang memanfaatkan jaringan Internet untuk melakukan kegiatan mata-mata terhadap pihak lain, dengan memasuki sistem jaringan komputer (computer network system) pihak sasaran.

6.    Offense against Intellectual Property
Kejahatan ini ditujukan terhadap hak atas kekayaan intelektual yang dimiliki pihak lain di Internet.

7.    Infringements of Privacy
Kejahatan ini biasanya ditujukan terhadap keterangan pribadi seseorang yang tersimpan pada formulir data pribadi yang tersimpan secara computerized, yang apabila diketahui oleh orang lain maka dapat merugikan korban secara materil maupun immateril,
karakteristik dari setiap ancaman yang muncul kita dapat mudah untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan yang timbul dari ancaman-ancaman tersebut.

sumber :
https://www.it-jurnal.com/kejahatan-teknologi-informasi-cybercrime/
http://sboplaza.com/tag/modus-kejahatan-dalam-teknologi-informasi/



Minggu, 19 Maret 2017

Contoh Etika Berprofesi dalam bidang IT

CONTOH ETIKA PROFESI DALAM BIDANG IT

Kemajuan teknologi informasi yang sudah semakin canggih telah memberikan ladang bisnis baru. Salah satu aspek penting dalam perkembangan teknologi komputer adalah internet. Internet menjadi peluang baru dalam perkembangan Bisnis, Pendidikan, Kesehatan, layanan pemerintah dan bidang-bidang lainnya. Melalui internet, interaksi manusia dapat dilakukan tanpa harus bertatap muka. Tingginya tingkat pemakaian internet di dunia melahirkan sebuah aturan baru di bidang internet yaitu netiket. Netiket merupakan sebuah etika acuan dalam berkomunikasi menggunakan internet. Standar netiket ditetapkan oleh IETF (The Internet Engineering Task Force), sebuah komunitas internasional yang terdiri dari operator, perancang jaringan dan peneliti yang terkait dengan pengoperasian internet.

Etika profesi dalam bidang IT sama halnya dengan etika di bidang lain, yaitu mempunyai keteraturan dan norma-norma dalam menjalankannya.  Salah satu contohnya adalah : 

1. Penjualan Online 

Transaksi di pasar online harus mempunyai peraturan yang harus ditaati pemakainya dalam dunia maya. Semua user/pemakai yang menjalankan bisnis dan memakai fasilitas IT, dengan penuh tanggung jawab atas apa yang dilakukannya dalam dunia IT. Dengan demikian kita dapat menikmati kecanggihan dunia IT dengan aman.

2.  E-commerce 
Berkembangnya penggunaan internet di dunia berpengaruh terhadap kondisi Ekonomi dan perdagangan negara. Melalui internet, transaksi perdagangan dapat dilakukan dengan cepat dan efisien.

Namun seiring dengan kemajuan teknologi khususnya di bidang informasi , maka semakin banyak pula pelanggaran-pelanggaran etika profesi dalam bidang IT diantaranya :  

1. Denial of Services (melumpuhkan layanan sebuah sistem komputer), penyebaran, spam, carding (pencurian melalui internet) dan lain-lain.   
2.        Pelanggaran HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) Berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh internet menyebabkan terjadinya pelanggaran HAKI seperti pembajakan program komputer, penjualan program ilegal dan pengunduhan ilegal.

Sumber : http://infofitri.blogspot.co.id/2012/05/etika-profesi-di-bidang-it.html

Profesi Dan Profesionalisme

Pengaksesan data sudah sangat maju sehingga setiap orang mampu untuk mengakses data kapan saja, dimana saja dan oleh siapa saja. Pesatnya kemajuan teknologi harus di iringi dengan adanya etika dan frofesionalisme dalam mengakses data yang berkaitan dengan dunia IT itu sendiri, sehingga terjadi keteraturan dalam pengaksesan data. Dalam setiap ilmu pastinya sudah ada etika atau aturan yang mengatur di dalamnya. Begitu juga etika dalam IT.

Ø    Profesi
Suatu jabatan atau juga pekerjaan yang menuntut keahlian atau suatu keterampilan dari pelakunya. Biasanya sebutan dari “profesi” selalu dapat dikaitkan dengan pekerjaan atau juga jabatan yang dipegang oleh seseorang, namun akan tetapi tidak semua pekerjaan atau suatu jabatan dapat disebut dengan profesi disebabkan karena  profesi menuntut keahlian dari para pemangkunya. Hal tersebut mengandung arti bahwa suatu pekerjaan atau suatu jabatan yang disebut dengan profesi tidak bisa dipegang oleh sembarang orang, namun  tetapi memerlukan suatu persiapan dengan melalui pendidikan serta pelatihan yang dikembangkan khusus untuk itu.

Ø    Profesionalisme       
Suatu komitmen dari para anggota suatu profesi untuk dapat meningkatkan kemampuannya dengan secara terus menerus atau berkelanjutan. “Profesionalisme” ialah  sebutan yang mengacu ke arah suatu sikap mental didalam bentuk komitmen dari para anggota suatu profesi untuk dapat senantiasa mewujudkan serta meningkatkan kualitas profesionalnya. Tiap-tiap manusia dituntut untuk dapat  mempunyai profesionalisme disebabkan karena di dalam profesionalisme itu terkandung suatu kepiawaian atau keahlian didalam mengoptimalkan ilmu pengetahuan, kemampuan, waktu, tenaga, sember daya, dan juga  suatu  strategi pencapaian yang dapat memuaskan semua bagian ataupun elemen. Profesionalisme tersebut juga dapat merupakan perpaduan antara kompetensi serta karakter yang menunjukkan adanya suatu tanggung jawab moral.

Ø  Ciri-ciri Profesionalisme dalam Bidang IT
a.     Mempunyai pengetahuan yang tinggi di bidang TI
b.     Mempunyai ketrampilan yang tinggi di bidang TI
c.   Mempunyai pengetahuan yang luas tentang manusia dan masyarakat, budaya, seni, sejarah  dan komunikasi
d.    Cepat tanggap terhadap masalah client, paham terhadap isyu-isyu etis serta tata nilai kilen-nya
e.     Mampu melakukan pendekatan multidispliner
f.      Mampu bekerja sama
g.    Bekerja dibawah disiplin etika
h.  Mampu mengambil keputusan didasarkan kepada kode etik, bila dihadapkan pada situasi dimana pengambilan keputusan berakibat luas terhadap masyarakat

Ø  Kode Etik Profesionalisme
Kode etik merupakan sarana untuk membantu para pelaksana sebagai seseorang yang professional supaya tidak dapat merusak etika profesi. Ada tiga hal pokok yang merupakan fungsi dari kode etik profesi :
a. Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan.
b. Merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan.
c. Mencegah campur tangan pihak diluar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi.


Sumber :
http://www.pendidikanku.org/2015/07/pengertian-etika-pengertian-profesi-pengertian-etika-profesi-pengertian-profesionalisme.html
http://ekhafr.blogspot.co.id/2014/03/jurnal-pengertian-profesi-dan.html

Kamis, 12 Januari 2017

Pembahasan Google Earth

Google Earth

Google Earth adalah aplikasi pemetaan interaktif yang memberikan kesempatan pada para penggunanya untuk menjelajahi atau terbang ke seluruh dunia, mengamati gambar dari satelit yang menampakkan sketsa dari jalan, bangunan, keadaan geografis, dan data spesifik mengenai lokasi atau tempat tertentu. Para pengguna juga bisa menambahkan titik keterktarikan mereka dan membaginya dengan dengan yang lain, chart routes, plot areas, perhitungan jarak, dan menampilkan gambar yang berbeda diatas aplikasi. Google Earth terhubung langsung dengan internet, yang akan menyediakan data online berkaitan dengan tempat yang diinginkan. Seperti misalnya, terbang ke Soldier Field di Chicago, Google Earth menunjukkan lokasi, menghubungkan ke peta online, pendapat, dan hasil dari pencarian untuk nama lokasi yang dituju. Untuk beberapa lokasi, Google Earth membuat gambar dan keadaan beberapa lokasi tersebut dalam format 3D, seperti pada the Grand Canyon, area-area pegunungan, dan bangunan pada daerah metropolitan. Pengguna dapat menampakkan dan menyembunyikan permukaan yang tersedia dengan berbagai macam kombinasi. Seseorang yang merencanakan untuk melakukan perjalanan panjang, kemungkinan bisa menampilkan jalan, losmen, dan restoran tetapi tidak dengan tempat perbelanjaan dan airport. Dengan menggunakan skala dan alat pengukuran, pengguna bisa menggambar jarak, menemukan tempat untuk makan dan menginap selama perjalanan, dan menghubungkan ke Website untuk melakukan kontak dengan tempat tersebut.

Pengguna Google Earth
Google Earth telah menjadi sarana paling digemari oleh banyak orang karena bisa memberikan kemudahan dalam menunjukkan lokasi, seperti pada perusahaan penambangan yang menggunakan Google Earth dalam presentasinya untuk menunjukkan lokasi yang masih baru dan potensial. Para pendidik menggunakan Google Earth untuk membantu siswanya memahami subjek mulai dari ilmu pengetahuan sampai liberal arts. Ahli geologi dapat membawa imajinasi siswanya ke area yang sedang dipelajari, menunjukkan pada mereka keadaan topografi dan daerah sekitarnya, memperkecil gambar dengan cepat dan membawa mereka terbang menuju tempat yang lain. Para ilmuwan membuat gambar subjek bahan yang diteliti, seperti permukaan batu, menggunakan materi seperti yang terdapat di dunia nyata. Fakultas seni menampilkan lokasi dari kejadian terkini dan menghubungkan dengan data tentang kejadian-kejadian tersebut, atau memberikan tour ke tempat-tempat bersejarah. Beberapa petugas administrasi juga menganggap bahwa Google Earth sangat bermanfaat untuk meningkatkan penggunaan materi oleh siswa, seperti penggunaan peta interaktif dan pengenalan kampus.

Cara Kerja Google Earth
Google Earth bisa didownload dan diinstall secara gratis. Pengguna bisa menjelajahi atau terbang ke lokasi di seluruh dunia hanya dengan menuliskan alamat, nama, landmarks atau ciri, koordinat latitude dan longitude dari daerah tersebut. Pengguna juga bisa mencari dengan menggunakan cirri spesifik sebagai kata kunci untuk mencari daerh yang diinginkan. Seperti contohnya, anda bisa mencari pizza di New Heaven dan melihat secara langsung di peta interaktif semua lokasi yang berhubungan dengan ciri yang disebutkan. Memperbesar dan memperkecil gambar dapat menentukan jumlah dan macam-macam ciri atau lokasi yang digambarkan sebagai perubahan. Jika anda men-zoom lebih dekat ke area tersebut, misalnya jalan-jalan kecil dan kemudian nama itu akan menghilang. Lokasi pada peta bisa di klik langsung, yang kemudian a pop-up window akan terbuka dan menampilkan informasi tentang lokasi, terhubung ke data yang terkait dengan lokasi, foto-foto, atau informasi lain. Pengguna bisa mengubah arah jarum kompas dalam peta dan menyesuaikan aspek-aspek didalamnya sehingga peta dapat dilihat dari semua angle, dari atas ke arah horizontal. Untuk area yang ditampilkan dalam format 3D, penyesuaian aspek-aspeknya memberikan kesan pergeseran melalui ruang yang nyata. Pengguna dapat menambahkan placemarks (tanda yang menunjukkan suatu tempat) yang merupakan indikator lokasi tertentu yang bisa di klik, dan menciptakan struktur menggunakan SketchUp yang merupakan aplikasi desain 3D yang terdapat dalam Google Earth. Struktur yang diciptakan dengan menggunakan SketchUp dapat dikirimkan ke pengguna lain dan memberikan informasi untuk organisasi.

Apakah kelemahan Google Earth?
Karena Google earth menampilkan gambar berdasarkan data dari satelit, pengguna akan melihat gambar yang tidak begitu jelas pengambilan dalam waktu yang cepat. Jika suatu bangunan ditambahkan didalam suatu pemandangan atau torn down, perubahan tersebut tidak akan secara langsung dapat direfleksikan dalam aplikasi itu. Lebih jauh lagi, gambar yang dihasilkan oleh satelit tidak ditampilkan dengan ukuran gambar yang sama untuk semua lokasi. Dalam beberapa kota, pengecilan gambar sampai jarak cukup dekat bisa menampilkan orang-orang yang sedang berjalan di sisi jalan. Untuk tempat yang lain, gambar yang ditampilkan mungkin hanya memperlihatkan bangunan atau mobil yang kurang jelas. Ukuran gambar yang lebih besar sering ditampilkan di berbagai negara bagian di Amerika, hasilnya Google Earth menampilkan gambar Amerika secara diagonal, kesan yang kurang baik itu muncul karena kebanyakan gedung dalam format 3D berada di kota-kota besar di Amerika. Hal lain yang menjadi perhatian utama adalah Google Earth menjadi aplikasi yang dimiliki oleh perusahaan komersial, hal ini bisa membuat beberapa akademi tidak bisa dengan mudah bergantung pada alat itu. Google Earth juga menggunakan kapasitas memory dan bandwidth yang cukup besar serta kemampuan menghasilkan gambar yang baik. Pada komputer-komputer yang sudah ketinggalan zaman atau komputer yang kemampuan loadingnya lama, pengalaman dalam penggunaan aplikasi ini akan sangat tidak menyenangkan dan kemungkinan juga bisa melambatkan kerja aplikasi lain. Beberapa orang sudah mengatakan bahwa Google Earth dapat menyebabkan resiko terhadap keamanan pribadi karena aplikasi ini menawarkan akses gambar yang jelas dari tempat tinggal atau kantor dan juga daerah sekelilingnya.

Bagaimanakah perkembangan Google Earth?
Google Earth akan lebih berkembang, dengan fitur-fitur tambahan, akan memperindah gambar yang dihasilkan. Jumlah dari lokasi yang ditampilkan dengan gambar 3D bisa bertambah banyak. Pemandangan dan kemampuan program bisa mengembangkan komunitas penggunanya untuk membuat isi, koleksi simbol/tanda untuk topik tertentu, dengan struktur 3D tersedia untuk yang lain. Berperan sebagai infrastuktur secara teknikal, Google Earth memberikan kebebasan kepada penggunanya untuk berbagi pengalaman bersejarah mereka. Simbol-simbol geografi dapat ditemukan pada banyak topik untuk tempat-tempat berbeda, dan penggabungan dengan aplikasi lain yang sudah ada. Google Earth diposisikan untuk menjadi bentuk kumpulan data berupa fakta dan ilmu pengetahuan. Pendidik sudah mulai menggunakan blog, user group, dan forum, dimana mereka bisa berbagi ide-ide dan pengalaman menggunakan Google Earth di kelas sebagaimana latihan-latihan yang sudah mereka buat dengan aplikasi tersebut. Sebagai alat, Google earth bisa mengirim data ke aplikasi lain, seperti video files, instruktur bisa memberikan tugas pada siswa untuk membuat proyek dengan menggunakan aplikasi tersebut dan mendiskusikan proyeknya dengan siswa lain.


 Daftar Pustaka
1.http://maestro.unud.ac.id/?p=39
2.http://blog.isi-dps.ac.id/blog/yang-perlu-diketahui-tentang-%E2%80%9Cgoogle-earth%E2%80%9D/
3.https://www.google.co.id/search?q=penjelasan+google+earth&biw=1366&bih=623&source=lnms&sa=X&ved=0ahUKEwjr9dHP5rzRAhWKzLwKHefrAu0Q_AUIBygA&dpr=1#
4.Eddy prahasta. 2016. Sistem Informasi Geografis. Informatika, Bandung